Apa Personal development Plan (PDP) itu?
Pernahkah anda berpikir mengapa beberapa orang terlihat mampu untuk menyelesaikan banyak hal? Membuat tujuan pencapaian yang effective adalah salah satu kuncinya. Anada mungkin bekerja sangat keras pada pekerjaan yang sedang anda kerjakan tetapi tanpa membuat tujuan pencapaian anda akan mendapatkan bahwa kerja keras anda tidak menghasilkan hasil yang berarti.
Apakah anda ingat Film Alice In Wonderland? Pada salah satu bagian dalam cerita itu, Alice berhenti pada sebuah perempatan jalandan bertanya pada Kucing Chesire jalan mana yang akan dia lalui. Dia pertanyaan itu dengan bertanya kemana Alice akan pergi. Ketika dia mengatakan padanya bahwa dia tidak terlalu perduli kemana. Dan Kucing Cheshire menjawab, “maka tidak menjadi masalah jalan mana yang kau tempuh”. Dan hasilnay Alice mengembara tanpa tujuan.
Seperti Alice dalam cerita di atas, kita kadang berjalan di jalan kehidupan tanpa tujuan yang specific. Hanya beberapa diantara kita yang membuat priritas tujuan pencapaian. Kenyataanya penelitian telah menunjukkan bahwa sebagian besar orang tidak mengetahui apa yang mereka inginkan di dalam hidup atau jika mereka tahu, mereka tidak punya perencanaan untuk membuat mimpi mereka menjadi menyata. Hanya sebagian kecil orang yang membuat tujuan pencapaian yang specific dan ditetapkan dengan baik. Dan orang yang sering mencapai tujuannya adalah mereka yang menuliskan tujuannya dan mengembangkan rencana untuk mencapainya.
Rencana pencapaian yang tertulis itu biasanya disebut sebagai Personal Development Plan (PDP). Atau dengan kata lain, sebuah PDP adalah merupakan sebuah rencana aksi yang akan membantu memvisualisasikan apa yang anda inginkan, bagaimana mencapainya dan mengevaluasi pencapaiannya.
1o Panduan Penyusunan Tujuan Yang Effective
Dengan menggunakan 10 panduan ini akan memastiakn anda menetapkan tujuan yang bisa dicapai. 10 panduan itu adalah:
1. Tujuan yang effective adalah tujuan yang tertulis. Banyak diantara kita yang bermimpi tentang apa yang akan kita capai. Tapi berapa diantara kita yang menuliskan mimpi-mimpi itu diatas kertas? Ketika mimpi-mimpi itu dijadikan sebagai sebuah komitmen tertulis di atas kertas maka pada saat itu mimpi-mimpi tersebut memberikan sense of reality. Menulis tujuan di atas kertas adalah langkah pertama dalam usaha mencapainya.
2. Tujuan yang effective turtulis dalam kalimat yang spesifik dan terukur. Jika anda menulis tujuan anda dalam kalimat yang spesifik maka anda kemungkinan menyatakannya dengan cara yang dapat diukur.
Salah satu rumusan yang biasa dipakai dalam menuliskan tujuan adalah SMART yang merupakan singkatan dari Specifik, Measurable, Achievable, Reasonable dan Time bounded.
3. Tujuan yang effective dapat divisualisasikan. Ciptakan sebuah gambar di dalam pikiran dimana kita seakan-akan telah berhasil mencapai tujuan kita. Visualisasikan hasil, moment dan perasaan anda. Sebagian besar energy yang digunakan untuk mencapai tujuan berasal dari hasrat (desire) untuk mencapainya. Biasanya, semakin berhasrat kita untuk mencapai sesuatu semakin keras kita bekerja untuk mendapatkannya.
4. Tujuan yang effective adalah yang bisa dicapai (Achievable). Tujuan perlu untuk menantang keahlian dan kemampuan anda. tanpa mengecilkan arti usaha dan performance.
Sebagai contoh, ketika anda menetapkan fasih dalam penggunaan Bahasa Inggris sebagai satu tujuan dan tingkatan anda saat ini adalah basic, maka pada awalnya anda akan menetapkan tujuan secara berjenjang, misalnya 6 bulan pertama target anda adalah intermediate dan satu tahun kemudian target adalah advance. Dan dalam contoh ini akan lebih baik jika nilai yang terukur dijadikan tujuan akhir misalnya nilai TOEFL 550 atau Nilai IELTS 6.
Anda bisa mengukur kemampuan anda dan menganalisa kemungkinan usaha yang anda akan lakukan. Misalnya untuk contoh diatas apakah achievable jika anda ingin mendapatkan nilai TOFL 550 dalam jangka waktu 6 bulan jika anda memulainya dari tingkatan basic?
Untuk aplikasi lain di dalam sebuah perusahaan, ketika sebuah perusahaan pertama kali mengaplikasikan Safety Management System misalnya NOSA system. Pada tahun pertama adalah tidak achievable jika perusahaan langsung menetapkan Bintang 5 sebagai tujuan. Lebih memungkinkan menetapkan bintang satu sebagai tujuan di tahun pertama dan meningkatkan tujuan di tahun berikutnya menjadi bintang 2 dan seterusnya.
5. Tujuan yang effective memiliki batas waktu yang realistic (time Bounded). Tujuan yang akan dicapai memerlukan jadwal, memerlukan batas waktu. Batas waktu diperlukan untuk mempermudah kita mengukur berhasil tidaknya kita mencapai tujuan yang sudah ditetapkan.
Berikan batas waktu yang cukup untuk mencapai sebuah tujuan tetapi jangan terlalu lama sehingga anda kehilangan minat untuk mencapainya.
Untuk mensiasati tujuan yang memerlukan waktu panjang untuk mencapainya, salah satu cara adalah membaginya kedalam tujuan berjenjang seperti contoh di item 4. Ketika anda menetapkan tujuan “mendapatkan Nilai TOEFL 550 dalam jangka waktu satu setengah tahun”. Anda kemungkinan akan kelelahan dan bosan sehingga semakin lama anda akan kelhilangan minta. Akan tetapi jika anda membaginya ke dalam bebarapa tujuan jangka menegah misalanya “Mendapatkan nilai TOEFL 400 selama 6 bulan”. Dan meningkatakan taregetnya menjadi 550 pada enam bulan berikutnya.
Metode ini juga memberikan anda kesempatan untuk mereview metode yang anda gunakan. Misalnya ketika 6 bulan kemudian ternyata anda gagal mencapai target TOEFL 400 maka anda bisa melakukan review dan membuat improvement dalam metode pencapaian.
Dampak lain dari pemberian batasan waktu adalah tujuan yang ditetapkan bisa memberikan sense of urgency. Berapa banyak anda mendengar teman kerja anda berkata bahwa dia akan berlibur ke Bali, Lombok, venesia atau kemana saja tapi tidak menentukan tanggalnya pada akhirnya tidak pernah berlibur ke tempat tersebut.
Bandingkan jika teman anda atau anda menuliskan tujuan seperti ini, “saya akan pergi berlibur ke bali pada minggu keempat bulan desember 2008″. Ketika anda mentapkan tujuan seperti ini maka pada saat itu juga anda sudah membuat rencana pembiayaannya. Dan rencana lain yang lebih detail tentang liburan tersebut.
6. Tujuan yang effective adalah tujuan yang bisa di manage (manageable). Kadangkala sebuah tujuan terlihat sangat besar. Misalnya jika anda adlah seorang salesman produk dan anda mendengar boss anda berkata saya ingin produk kita terjual 20 unit dalam satu bulan. Mungkin anda akan mengatakan bahwa target tersebut tidak realistic. Tetapi jika anda membutanya menjadi 5 unit dalam satu minggu maka tujuan tersebut lebih mangeable.
7. Tujuan yang effective bisa dianalisa potensi masalahnya. Ketika menetapkan sebuah tujuan pertimbangkan langkah-langkah yang harus anda lakukan untuk mencapainya. Analisa potensi masalah yang mungkin timbul dalam usaha untuk mencapainya. Jika sebuah tujuan pada awalnya sudah mempertimbngkan hal-hal yang mungkin timbul yang bisa menjadi masalah dalam usaha pencapaiannya maka anda dari awal sudah menyiapkan langka-langkah antisipasinya. Berpikir secara kritis akan sangat membantu dalam membuat analisa yang mencakup semua sudut sehingga anda bisa tetap berada di jalan pencapain tujuan tersebut.
8. Tujuan yang effective memerlukan tindakan untuk menghilangkan atau mengurangi konsekuensi dari potensi masalah yang mungkin timbul. Ini adalah kelanjutan dari item 7 di atas. Pada point ini anda mengidentifikasi tindakan yang diperlukan untuk menghilangkan masalah yang mungkin timbul atau meminimalkan konsekuensinya.
9. Tujuan yang effective memerlukan review atas perkembangan pencapaiaannya secara berkala. Sebuah review secara berkala diperlukan untuk melihat sejauh mana anda telah melakukan usaha-usaha yang diperlukan untuk mencapai tujuan yang telah anda tetapkan.
10 Tujuan yang effective menghasilkan hasil yang memberi nilai lebih. Kita akan termotivasi untuk tetap berusahan mencapai tujuan hanya jika kita tahu bahwa tujuan tersebut akan bermamfaat untuk kita dan tujuan tersebut memang kita inginkan.
Bidang Kehidupan
Anda bisa mengaplikasikan Personal Development Plan ini pada berbagai bidang kehidupan anda. Anda juga bisa membuatnya dalam beberapa batasan waktu.
Adapun contoh bidang kehidupan yang bisa anda pilih adalah sebagai berikut:
- Spritual - Religy
- Pengembangan kemampuan pribadi pada hal-hal yang anda minati
- Professional
- Keluarga
- Pendidikan
- Finacial
Goal Worksheet
Contoh penyusunan PDP dalam Goal Worksheet di bawah ini:
Akhir tahun adalah waktu yang baik untuk membuat PDP, sebab pada akhir tahun anda bisa melakukan review PDP yang anda buat di tahun sebelumnya dan menetapkan PDP untuk tahun berikutnya.
Goal Worksheet Tahun 2009
Bidang kehidupan : Keluarga
Goals:
1. Membeli Rumah
2. Berlibur Ke Lombok bersama Keluarga
Bidang Kehidupan : Professional
Goals:
1. Mengikuti kursus persisapan ujian PMP (Project Management Professional)
2. Mengikuti Ujian PMP (Project Management professional)
Yang biasa saya lakukan adalah selain menetapkan tujuan, saya juga langsung menetapkan batasan waktu pelaksanaan dari setiap tujuan yang telah saya tetapkan.
Contoh analisa yang diperlukan untuk satu tujuan yang telah ditetapkan. Saya ambil contoh pertama di atas yaitu membeli rumah.
Beberapa pertanyaan bisa anda ajukan misalnya:
1. Dimana anda akan membeli rumah? (Lokasi spesifik)
2. Berapa batasan budget yang anda miliki
3. Darimana sumber pembiayaannya (cash atau kredit?)
4. Jika anda harus melakukannya dengan kredit, berapa cash yang sudah anda miliki untuk membayar DP-nya? Jika tabungan nda ternyata belum cukup untuk membayar DP, berapa yang anda harus sisihkan per bulan untuk menutupi kekurangannya? Atau apakah anda memiliki sumber pembiayaan lain?
Penutup
Apa yang ada disini hanyalah gambaran dari sebuah Personal Development Plan. Anda bisa membuatnya dan melakukan pengembangan.
Cara paling effective untuk memulai penyusunannya adalah dengan membuat daftar hal-hal yang paling anda inginkan saat ini. Tuliskan saja semuanya. Setelah itu anda bisa memilah-milah hal-hal yang telah anda tuliskan, anda bisa menempatkannya berdasarkan bidang kehidupan yang anda tentukan sendiri.
Setelah anda membuat list berdasarkan bidang kehidupan, sortir list itu berdasarkan penting atau tidaknya hal tersebut untuk perkembangan pribadi anda.
Pada point ini, saya menganggap bahwa anda telah mimiliki sebuah list yang sudah di shortlisted, tahap selanjutnya adalah anda menganalisa kemungkinan usaha yang harus anda lakukan untuk mewujudkannya juga waktu yang menurut anda paling realistic. Pada tahap ini saya yakin beberapa hal dari list anda akan kembali anda coret sehingga pada akhirnya anda benar-benar memiliki list yang realistis dan reasonable.
Saran saya, sebaiknya jangan membuat terlalu banyak Goals, ini sangat berguna untuk menjaga agar anda tetap focus pada pencapaian tujuan. Karena semakin banyak tujua yang anda tetapkan, semakin banyak usaha yang anda perlukan untuk mewujudkannya. Dan ingat usaha adalah merupakan hasil dari component waktu, biaya atau keduanya.
Terakhir, saya ingin mengingatkan anda bahwa, jika anda tidak menentukan tujuan anda, maka orang lain yang akan melakukannya untuk anda. Dan yakinalh bahwa itu sangat tidak baik.