Mendaki Gunung Kehidupan

Alkisah, di sebuah tempat yang sunyi dalam sebuah pondok sederhana di sebuah lembah. Pada sebuah malam yang dingin ketika angin gunung bertiup membawa butir-butir air di dalam kabut menuju lembah dan kaki gunung. Ditengah dalam redup cahaya pelita, diantara suara desau angin dan bunyi gesekan daun-daun, Sang guru dan beberapa muridnya duduk dilantai kayu pondok itu mengelilingi sebuah lampu pelita dari minyak jarak.

Kata sang guru “kehidupan ini seperti gunung dan kita seperti para pendaki. Pada umumnya ada 3 type pendaki dalam mendaki gunung kehidupan ini, lanjut sang guru kepada muridnya. 3 type tersebut adalah; type penggembira, type campers dan type climber sejati

Type penggembira biasanya selalu bersemangat di awal perjalanan. Tetapi seiring bertambahnya tingkat kesulitan, bertambahnya tantangan yang berbanding lurus dengan penderitaan. Maka mereka akan mulai mengeluh dan pada akhirnya menyerah di tengah pejalanan. Dan tak jarang mereka akan menyalahkan orang lain atau menyesali diri mengapa sampai memilih untuk ikut berjalan.

Type camper, adalah type pejalan yang akan berhenti di sebuah persinggahan untuk mendirikan tenda (camp) sambil menikmati pemandangan. Dia tidak akan tertarik lagi untuk melanjutkan perjalanan sebab di camp yang telah ia dirikan kenikmatan telah ia dapatkan dan berpikir bahwa barangkali sudah tidak ada lagi tempat yang memberikan pemandangan lebih dari camp yang ditempati sekarang.

Type climber sejati adalah type pejalan yang akan terus menuju puncak. Dengan penuh keyakinan, ketabahan dan keberanian dia akan terus melanjutkan pendakiannya. Dia percaya pada tujuannya. Dia yakin pada apa yang dia percayai bahwa di atas puncak akan terdapat pemandangan yang lebih luas dan indah dari camp manapun yang telah dia lalui.

Semua murid termenung, barangkali bertanya pada diri sendiri dan mencoba untuk menganalisa tipe seperti apakah mereka? Dan dalam keheningan itu, seorang murid mengangkat tangan dan bertanya, “guru! Setelah sampai di puncak kemana lagi seorang pendaki sejati melanjutkan langkah?”

Sang guru termenung, lalu dengan suara pelan dan berwibawa berkata, “Tidak ada lagi jalan lain selain turun. Meninggalkan semua keindahan yang kau kagumi, membiarkan semuanya berada disana agar orang lain juga bisa menikmati keindahan yang sama indahnya dengan yang telah kau lihat. Turun berarti kembali ke tempat darimana kau berasal. Turun juga berarti perjalanan untuk memulai pendakian berikutnya yang mungkin jauh lebih berat. Perjalanan mendaki gunung kehidupan adalah perjalan turun naik. Bahkan ketika kau sudah sampai di puncaknya”.

Malam merambat jauh, cahaya api pelita mulai meredup, meliuk-liuk diterpa angin malam yang menyusup melalui dinding pondok yang tidak tersambung rapat. Sang Guru dan Muridnya berada dalam diam. Mereka Tafakkur. Tafakkur dalam diam.

dari kumpulan catatan sepi

Personal Development Plan (PDP)

Apa Personal development Plan (PDP) itu?

Pernahkah anda berpikir mengapa beberapa orang terlihat mampu untuk menyelesaikan banyak hal? Membuat tujuan pencapaian yang effective adalah salah satu kuncinya. Anada mungkin bekerja sangat keras pada pekerjaan yang sedang anda kerjakan tetapi tanpa membuat tujuan pencapaian anda akan mendapatkan bahwa kerja keras anda tidak menghasilkan hasil yang berarti.

Apakah anda ingat Film  Alice In Wonderland? Pada salah satu bagian dalam cerita itu, Alice berhenti pada sebuah perempatan jalandan bertanya pada Kucing Chesire jalan mana yang akan dia lalui. Dia pertanyaan itu dengan bertanya kemana Alice akan pergi. Ketika dia mengatakan padanya bahwa dia tidak terlalu perduli kemana. Dan Kucing Cheshire menjawab, “maka tidak menjadi masalah jalan mana yang kau tempuh”. Dan hasilnay Alice mengembara tanpa tujuan.

Seperti Alice dalam cerita di atas, kita kadang berjalan di jalan kehidupan tanpa tujuan yang specific. Hanya beberapa diantara kita yang membuat priritas tujuan pencapaian. Kenyataanya penelitian telah menunjukkan bahwa sebagian besar orang tidak mengetahui apa yang mereka inginkan di dalam hidup atau jika mereka tahu, mereka tidak punya perencanaan untuk membuat mimpi mereka menjadi menyata.  Hanya sebagian kecil orang yang membuat tujuan pencapaian yang specific dan ditetapkan dengan baik. Dan orang yang sering mencapai tujuannya adalah mereka yang menuliskan tujuannya dan mengembangkan rencana untuk mencapainya.

Rencana pencapaian yang tertulis itu biasanya disebut sebagai Personal Development Plan (PDP). Atau dengan kata lain, sebuah PDP adalah merupakan sebuah rencana aksi yang akan membantu memvisualisasikan apa yang anda inginkan, bagaimana mencapainya dan mengevaluasi pencapaiannya.

1o Panduan Penyusunan Tujuan Yang Effective

Dengan menggunakan 10 panduan ini akan memastiakn anda menetapkan tujuan yang bisa dicapai. 10 panduan itu adalah:

1. Tujuan yang effective adalah tujuan yang tertulis. Banyak diantara kita yang bermimpi tentang apa yang akan kita capai. Tapi berapa diantara kita yang menuliskan mimpi-mimpi itu diatas kertas? Ketika mimpi-mimpi itu dijadikan sebagai sebuah komitmen tertulis di atas kertas maka pada saat itu mimpi-mimpi tersebut memberikan sense of reality. Menulis tujuan di atas kertas adalah langkah pertama dalam usaha mencapainya.

2. Tujuan yang effective turtulis dalam kalimat yang spesifik dan terukur. Jika anda menulis tujuan anda dalam kalimat yang spesifik maka anda kemungkinan menyatakannya dengan cara yang dapat diukur.

Salah satu rumusan yang biasa dipakai dalam menuliskan tujuan adalah SMART yang merupakan singkatan dari Specifik, Measurable, Achievable, Reasonable dan Time bounded.
 
3. Tujuan yang effective dapat divisualisasikan. Ciptakan sebuah gambar di dalam pikiran dimana kita seakan-akan telah berhasil mencapai tujuan kita. Visualisasikan hasil, moment dan perasaan anda. Sebagian besar energy yang digunakan untuk mencapai tujuan berasal dari hasrat (desire) untuk mencapainya. Biasanya, semakin berhasrat kita untuk mencapai sesuatu semakin keras kita bekerja untuk mendapatkannya.

4. Tujuan yang effective adalah yang bisa dicapai (Achievable). Tujuan perlu untuk menantang keahlian dan kemampuan anda. tanpa mengecilkan arti usaha dan performance.

Sebagai contoh, ketika anda menetapkan fasih dalam penggunaan Bahasa Inggris sebagai  satu tujuan dan tingkatan anda saat ini adalah basic, maka pada awalnya anda akan menetapkan tujuan secara berjenjang, misalnya 6 bulan pertama target anda adalah intermediate dan satu tahun kemudian target adalah advance. Dan dalam contoh ini akan lebih baik jika nilai yang terukur dijadikan tujuan akhir misalnya nilai TOEFL 550 atau Nilai IELTS 6.

Anda bisa mengukur kemampuan anda dan menganalisa kemungkinan usaha yang anda akan lakukan. Misalnya untuk contoh diatas apakah achievable jika anda ingin mendapatkan nilai TOFL 550 dalam jangka waktu 6 bulan jika anda memulainya dari tingkatan basic?

Untuk aplikasi lain di dalam sebuah perusahaan, ketika sebuah perusahaan pertama kali mengaplikasikan Safety Management System misalnya NOSA system. Pada tahun pertama adalah tidak achievable jika perusahaan langsung menetapkan Bintang 5 sebagai tujuan. Lebih memungkinkan menetapkan bintang satu sebagai tujuan di tahun pertama dan meningkatkan tujuan di tahun berikutnya menjadi bintang 2 dan seterusnya.
 
5. Tujuan yang effective memiliki batas waktu yang realistic (time Bounded). Tujuan yang akan dicapai memerlukan jadwal, memerlukan batas waktu. Batas waktu diperlukan untuk mempermudah kita mengukur berhasil tidaknya kita mencapai tujuan yang sudah ditetapkan.

Berikan batas waktu yang cukup untuk mencapai sebuah tujuan tetapi jangan terlalu lama sehingga anda kehilangan minat untuk mencapainya.

Untuk mensiasati tujuan yang memerlukan waktu panjang untuk mencapainya, salah satu cara adalah membaginya kedalam tujuan berjenjang seperti contoh di item 4. Ketika anda menetapkan tujuan “mendapatkan Nilai TOEFL 550 dalam jangka waktu satu setengah tahun”. Anda kemungkinan akan kelelahan dan bosan sehingga semakin lama anda akan kelhilangan minta. Akan tetapi jika anda membaginya ke dalam bebarapa tujuan jangka menegah  misalanya “Mendapatkan nilai TOEFL 400 selama 6 bulan”. Dan meningkatakan taregetnya menjadi 550 pada enam bulan berikutnya.

Metode ini juga memberikan anda kesempatan untuk mereview metode yang anda gunakan. Misalnya ketika 6 bulan kemudian ternyata anda gagal mencapai target TOEFL 400 maka anda bisa melakukan review dan membuat improvement dalam metode pencapaian.

Dampak lain dari pemberian batasan waktu adalah tujuan yang ditetapkan bisa memberikan sense of urgency. Berapa banyak anda mendengar teman kerja anda berkata bahwa dia akan berlibur ke Bali, Lombok, venesia atau kemana saja tapi tidak menentukan tanggalnya pada akhirnya tidak pernah berlibur ke tempat tersebut.

Bandingkan jika teman anda atau anda menuliskan tujuan seperti ini, “saya akan pergi berlibur ke bali pada minggu keempat bulan desember 2008″. Ketika anda mentapkan tujuan seperti ini maka pada saat itu juga anda sudah membuat rencana pembiayaannya. Dan rencana lain yang lebih detail tentang liburan tersebut.

6. Tujuan yang effective adalah tujuan yang bisa di manage (manageable). Kadangkala sebuah tujuan terlihat sangat besar. Misalnya jika anda adlah seorang salesman produk dan anda mendengar boss anda berkata saya ingin produk kita terjual 20 unit dalam satu bulan. Mungkin anda akan mengatakan bahwa target tersebut tidak realistic. Tetapi jika anda membutanya menjadi 5 unit dalam satu minggu maka tujuan tersebut lebih mangeable.

7. Tujuan yang effective bisa dianalisa potensi masalahnya. Ketika menetapkan sebuah tujuan pertimbangkan langkah-langkah yang harus anda lakukan untuk mencapainya. Analisa potensi masalah yang mungkin timbul dalam usaha untuk mencapainya. Jika sebuah tujuan pada awalnya sudah mempertimbngkan hal-hal yang mungkin timbul yang bisa menjadi masalah dalam usaha pencapaiannya maka anda dari awal sudah menyiapkan langka-langkah antisipasinya. Berpikir secara kritis akan sangat membantu dalam membuat analisa yang mencakup semua sudut sehingga anda bisa tetap berada di jalan pencapain tujuan tersebut.

8. Tujuan yang effective memerlukan tindakan untuk menghilangkan atau mengurangi konsekuensi dari potensi masalah yang mungkin timbul. Ini adalah kelanjutan dari item 7 di atas. Pada point ini anda mengidentifikasi tindakan yang diperlukan untuk menghilangkan masalah yang mungkin timbul atau meminimalkan konsekuensinya.

9. Tujuan yang effective memerlukan review atas perkembangan pencapaiaannya secara berkala. Sebuah review secara berkala diperlukan untuk melihat sejauh mana anda telah melakukan usaha-usaha yang diperlukan untuk mencapai tujuan yang telah anda tetapkan.

10 Tujuan yang effective menghasilkan hasil yang memberi nilai lebih. Kita akan termotivasi untuk tetap berusahan mencapai tujuan  hanya jika kita tahu bahwa tujuan tersebut akan bermamfaat untuk kita dan tujuan tersebut memang kita inginkan.

Bidang Kehidupan

Anda bisa mengaplikasikan Personal Development Plan ini pada berbagai bidang kehidupan anda. Anda juga bisa membuatnya dalam beberapa batasan waktu.

Adapun contoh bidang kehidupan yang bisa anda pilih adalah sebagai berikut:
- Spritual - Religy
- Pengembangan kemampuan pribadi pada hal-hal yang anda minati
- Professional
- Keluarga
- Pendidikan
- Finacial

Goal Worksheet

Contoh penyusunan PDP dalam Goal Worksheet di bawah ini:

Akhir tahun adalah waktu yang baik untuk membuat PDP, sebab pada akhir tahun anda bisa melakukan review PDP yang anda buat di tahun sebelumnya dan menetapkan PDP untuk tahun berikutnya.

Goal Worksheet Tahun 2009
Bidang kehidupan : Keluarga
Goals:
1. Membeli Rumah
2. Berlibur Ke Lombok bersama Keluarga

Bidang Kehidupan : Professional
Goals:
1. Mengikuti kursus persisapan ujian PMP (Project Management Professional)
2. Mengikuti Ujian PMP (Project Management professional)

Yang biasa saya lakukan adalah selain menetapkan tujuan, saya juga langsung menetapkan batasan waktu pelaksanaan dari setiap tujuan yang telah saya tetapkan.

Contoh analisa yang diperlukan untuk satu tujuan yang telah ditetapkan. Saya ambil contoh pertama di atas yaitu membeli rumah.

Beberapa pertanyaan bisa anda ajukan misalnya:
1. Dimana anda akan membeli rumah? (Lokasi spesifik)
2. Berapa batasan budget yang anda miliki
3. Darimana sumber pembiayaannya (cash atau kredit?)
4. Jika anda harus melakukannya dengan kredit, berapa cash yang sudah anda miliki untuk membayar DP-nya? Jika tabungan nda ternyata belum cukup untuk membayar DP, berapa yang anda harus sisihkan per bulan untuk menutupi kekurangannya? Atau apakah anda memiliki sumber pembiayaan lain?

Penutup

Apa yang ada disini hanyalah gambaran dari sebuah Personal Development Plan. Anda bisa membuatnya dan melakukan pengembangan.

Cara paling effective untuk memulai penyusunannya adalah dengan membuat daftar hal-hal yang paling anda inginkan saat ini. Tuliskan saja semuanya. Setelah itu anda bisa memilah-milah hal-hal yang telah anda tuliskan, anda bisa menempatkannya berdasarkan bidang kehidupan yang anda tentukan sendiri.

Setelah anda membuat list berdasarkan bidang kehidupan, sortir list itu berdasarkan penting atau tidaknya hal tersebut untuk perkembangan pribadi anda.

Pada point ini, saya menganggap bahwa anda telah mimiliki sebuah list yang sudah di shortlisted, tahap selanjutnya adalah anda menganalisa kemungkinan usaha yang harus anda lakukan untuk mewujudkannya juga waktu yang menurut anda paling realistic. Pada tahap ini saya yakin beberapa hal dari list anda akan kembali anda coret sehingga pada akhirnya anda benar-benar memiliki list yang realistis dan reasonable.

Saran saya, sebaiknya jangan membuat terlalu banyak Goals, ini sangat berguna untuk menjaga agar anda tetap focus pada pencapaian tujuan. Karena semakin banyak tujua yang anda tetapkan, semakin banyak usaha yang anda perlukan untuk mewujudkannya. Dan ingat usaha adalah merupakan hasil dari component waktu, biaya atau keduanya.

Terakhir, saya ingin mengingatkan anda bahwa, jika anda tidak menentukan tujuan anda, maka orang lain yang akan melakukannya untuk anda. Dan yakinalh bahwa itu sangat tidak baik.

Politisi dan Bahasa

Euforia demokrasi di negeri subur dan makmur dengan penduduk yang ramah, sopan dan santun ini memberi ruang yang sangat cukup dan peluang yang sama kepada semua penduduknya untuk turut mengambil bagian di dalam sebuah pesta yang disebut demokrasi dengan segala kelengkapannya.

 

Puncak pesta ini dalam tingkatan paling tinggi (pemilihan presiden) sampai yang paling rendah (pemilihan bupati) dilaksanakan sekitar (Pilpres = 1 kali, Pilgub = 33 kali, Pilkada tingkat 2 = ?).

 

Jumlah yang banyak itu, didukung dengan teknlogi kampanye yang menggunakan berbagai media termasuk televise (bagi yang punya banyak duit) memungkinkan lahirnya berbagai kosa kata baru dan kalimat-kalimat baru yang kadang sangat membingungkan.

 

Penggunaan kata ‘rakyat” dan kata rakyat yang dipadukan dengan beberapa kata lain seperti “kepentingan-rakyat”, “kemakmuran-rakyat”, dan lain-lain menjadi sangat populer di masa-masa kampanye. Kata itu seakan – akan menjadi bumbu wajib dari sekian banyak janji-janji palsu yang diucapkan para pelaku pesta. Jika diumpamakan dengan masakan Manado, dalam hal ini rica-rica maka kata “rakyat” dan semua turunannya adalah cabe. Yang menjadi bumbu pokok pembuatan rica-rica.

 

Perbedaannya adalah jika rica-rica membuat orang yang memakannya menjadi berkeringat sampai kadang menjulurkan lidah karena kepedasan. Pemakaian kata “rakyat” itu malah membuat rakyat menjadi mual dan hanya karena alasan kesopananlah sehingga rakyat tidak melakukan muntah massal di lapangan tempat orator politik biasa mengigau di atas podium.

 

Alasan kesopanan, karena di negeri ini sangat tidak sopan jika seseorang mengeluarkan muntah ketika mendengar orang yang telah memberikan kaos atau uang Rp. 50.000 rupiah kepadanya berbohong dan berbicara tanpa pangkal dan ujung.

 

Sebagai sebuah contoh dari kalimat-kalimat pejabat atau politisi yang berpotensi membuat orang lain muntah bisa kita lihat di sebuah Koran nasional. Koran tersebut memuat tanggapan seorang pejabat no 1 di sebuah provinsi. Tanggapan beliau itu sehubungan dengan banyaknya anggota kelurganya yang menjadi caleg. Pejabat tersebut berkata, ”kerabat saya menjadi caleg bukan karena fasilitas. Itu pasti tidak.  Mereka menjadi caleg karena memiliki Talenta untuk berpihak pada rakyat. Kelurga saya terbiasa berpihak kepada rakyat. Bukan kepada keluarga…”

 

Pakar bahasa Indonesia harus mencatat penambahan kosa kata baru untuk ‘kelurga kata talenta’. Telah lahir anggota keluarga baru untuk kata itu yaitu ‘berpihak kepada rakyat’.

 

Pakar psikologi anak juga harus menambah referensinya ketika berbicara mengenai talenta, karena telah ada talenta baru yang hanya dimiliki oleh keuarga politisi yaitu talenta untuk berpihak kepada rakyat.

 

Saya mencoba untuk memahami talenta yang satu ini, tapi memgalami kendala. Saya tidak bisa menemukan  artinya bahkan ketika mencoba memvisualisasi asosiasi dari kata dan kalimat itu, yang muncul di kepala saya malah gambaran kosong barangkali sama kosongnya dengan pejabat tersebut ketika mengucapkan kalimat itu. Mungkin dia salah satu penganut fanatic paham ‘yang penting bunyi’.

 

Dan saya yakin masih banyak kalimat-kalimat lain yang diucapakan pejabat dan politisi di negeri subur – makmur dengan penduduk yang ramah, sopan dan santun ini yang berpotensi untuk membuat rakyat sakit perut, mulas dan ingin muntah.

 

Kita dengan mudah dapat mengidentifikasi kalimat-kalimat itu. Pada umunya kalimat-kalimat itu adalah kalimat-kalimat yang mengatasnamakan rakyat. Kalimat-kalimat yang menempatkan rakyat sebagai sebuah komoditas yang bisa dijual dalam pasar dan transaksi politik untuk mendapatkan kekuasaan dan kekayaan.

 

Jadi untuk kita yang merasa sebagai rakyat atau menempatkan diri sebagai rakyat, berhati-hatilah dalam memahami kalimat yang diucapakan oleh pejabat dan politisi, sebab saat ini kalimat-kalimat paling gombal tidak diucapkan oleh cassanova-cassanova baru, atau oleh playboy-palyboy cap kabel. Kalimat-kalimat paling gombal lebih sering diucapkan oleh pejabat dan politisi.

Catatan Tidak Jelas

Begitu banyak yang berada di dalam kepala dan meminta untuk dituliskan. Mulai dari proses seleksi di sebuah perusahaan minyak yang ternyata sampai 7 tahapan. Sampai pada comentar recruiter yang menginterview saya tadi pagi yang mengatakan bahwa kemampuan bahasa inggris saya masih perlu di improve. Dan yang paling menohok adalah yang harus di improve adalah grammar-nya..JJJJJ

 

Tapi tidak ada masalah dengan itu, sisi positifnya adalah seseorang telah memberikan kritik membangun secara langsung. Dan berita paling bagusnya adalah itu untuk kepentingan saya semata, sama sekali dia tidak punya keuntungan dalam hal ini karena yang menjalani proses recruitment ini adalah saya.

 

Pertanyaan selanjutnya adalah darimana proses improvement itu harus dimulai? Dari membaca buku-buku? Atau barangkali CD belajar? Atau mungkin semuanya.

 

Rencana-rencana lain untuk membuat technical article juga masih berkembang di dalam kepala, juga keinginan untuk membuat article yang akan saya post di blog ini.

 

Selepas interview, saya sempat ke Ball Room Hotel AryaDuta, mengikuti sebuah seminar Termography tapi hanya sampai break siang. Saya tidak focus karena ada beberapa pikiran yang berlalari-lari di dalam kepala..JJJJJ

 

Ah pada akhirnya, pada sebuah siang yang panas di Cengkareng yang padat, mulai di ruang tunggu diluar terminal keberangkatan 1A sampai diruang tunggu di dalam terminal. Beberapa ide untuk membunuh waktu (jika memang waktu bisa dibunuh), membeli sebuah buku untuk dibaca atau menemukan tempat duduk di sebuah coffee shop yang meyediakan plug untuk cable power. Keinginan pertama saya coba fasilitasi dengan masuk di sebuah book store, namun tidak ada buku yang benar-benar menarik minat saya. Ada satu buku yang sempat saya baca resensinya, yaitu kontrak social-nya Rousseau. Tapi untuk kondisi kepala yang panas dan tak jelas seperti sekarang, buku itu terlalu berat.

 

Akhirnya ide kedua lah yang saya lakukan sehingga catatan tidak jelas ini bisa muncul, bersama catatan-catatan atau ide lain yang masih mengendap di dalam kepala.

Cengkareng, 21 october 2008

-dalam usaha membunuh waktu-

Mengejar Mimpi

Perjalanan mengejar mimpi adalah sebuah perjalanan panjang, melelahkan. Dimana setiap saat ada saja suara yang akan selalu mengingatkan kita untuk berhenti dan menghapus mimpi yang pernah kita simpan di memory di dalam kepala.

Memory di dalam kepala adalah sebuah ruang penyimpanan berkapasitas tak terbatas, melebihi hardisk terabyte ratusan giga yang telah dibuat. lalu mengapa kita harus membuang dan menghapus sebuah mimpi dari ruang penyimpanan hanya karena kita susah untuk mewujudkannya?.

Begitu pula perjalanan saya hari ini, adalah salah satu usaha mengejar mimpi meskipun jalan yang ini bukanlah jalan lurus menuju mimpi terbesarnya. Bukankah mimpi begitu juga dengan perencanaan? sesuatu yang sifatnya progressif - dynamis?

Bandara Sepinggan - Balikpapan - Blue Sky - Transit Lounge

14 October 2008.

Lake Valley-Its about dream

Pendakian Cartenz Pyramid adalah mimpi paling besar yang saya miliki pada masa-masa awal perkenalan saya dengan Mountaineering. Mimpi ini terus terpelihara sampai saya meninggalkan kampus beberapa tahun kemudian.

 

Sampai 10 tahun kemudian mimpi ini sedikit mewujud meski dengan cara yang berbeda dengan cara yang saya bayangkan 10 tahun yang lalu.  Sebuah ekspedisi dengan “teman-teman seperjuangan” di KORPALA adalah rencana awalnya. Akan tetapi fakta kemudian berkata lain. Mimpi ini sedikit mewujud justru dengan sebuah kegiatan bersama teman-teman kerja.

 

Hal ini paling tidak telah mengajarkan kepada saya untuk terus bermimpi dan memelihara mimpi yang sudah ada meskipun mimpi itu kadang terlihat begitu susah untuk diwujudkan. Panahlah bintang kata orang bijak, sebab meskipun anak panahmu tidak akan pernah menyentuh bintang paling tidak anak panah tersebut akan melayang tinggi.

 

Mimpi adalah sebuah kemewahan, sebab mimpi adalah satu-satunya hal yang menjadi paling pribadi dan paling bebas untuk tumbuh dan berkembang. Tidak ada yang akan pernah tahu apa yang kita mimpikan selama  mimpi itu di tempatkan dan di pelihara dengan pantas.

 

Sejarah dengan jelas telah mengajarkan bahwa semua hal-hal besar yang pernah ada di dunia ini semuanya berawal dari sebuah mimpi.

“dream is a wish your heart makes”

Base camp - lake Valley